Revitalisasi Transportasi Muatan: Inovasi Truk Listrik ITTS Membuka Jalan Menuju Transportasi Berkelanjutan
NAZRI ALWI SIREGAR
armada 22 batulolong
Prodi teknik industri
1104230038
Institut Teknologi Telkom Surabaya - Solution For The Nation (ittelkom-sby.ac.id)
Revitalisasi Transportasi Muatan: Inovasi Truk Listrik ITTS Membuka Jalan Menuju Transportasi Berkelanjutan
Kendala utama yang dihadapi dalam operasi truk pengangkut muatan di daerah adalah antrian yang panjang saat mengisi bahan bakar konvensional. Dalam mengatasi permasalahan ini, tim riset yang mengembangkan kendaraan listrik otonom dari Institut Teknologi Telkom Surabaya (ITTS) telah merintis inovasi berupa truk listrik yang memiliki potensi besar untuk mengubah paradigma transportasi dan menghadirkan solusi bagi tantangan krusial di sektor transportasi.
Proyek truk listrik ini adalah hasil kerja sama antara dosen dan mahasiswa ITTS dengan dukungan dari PLN. Truk ini dirancang dengan spesifikasi yang mencakup kecepatan operasional mencapai 40 km/jam, kapasitas baterai sebesar 10 kWh (105 V dan 96 Ah), motor listrik berkekuatan 50 kW, sistem pengisian daya (charging) yang hanya memerlukan 2-3 jam, dan dilengkapi dengan teknologi identifikasi pintar ('smart' ID) yang berfungsi untuk mengaktifkan truk listrik secara efisien.
Dr. Tri Arief Sardjono, Rektor ITTS, menjelaskan bahwa inovasi truk listrik ini merupakan terobosan baru yang dikembangkan oleh mahasiswa dan dosen ITTS. Pengembangan truk listrik ini dilatarbelakangi oleh perhatian terhadap masalah antrian truk saat mengisi bahan bakar, yang bisa berlangsung berhari-hari, terutama di daerah-daerah terpencil. Potensi kelangkaan bahan bakar di masa depan menjadi salah satu pertimbangan dalam pengembangan truk listrik ini.
Tri juga menyoroti bahwa truk listrik ini dilengkapi dengan timbangan digital yang memungkinkan pengukuran bobot muatan truk secara akurat. Dengan teknologi ini, kekhawatiran mengenai kelebihan muatan atau overweight dapat diatasi dengan efisien, dan data dapat diakses secara real-time, memastikan kepatuhan terhadap regulasi transportasi.
Pengembangan truk listrik ini berhasil diselesaikan dalam waktu relatif singkat, yakni 6 bulan. Meskipun memiliki kapasitas baterai yang masih tergolong kecil, truk ini dapat diisi daya penuh dalam waktu 2-3 jam, memungkinkan efisiensi operasional yang baik.
Terkait dengan jarak tempuh, Dr. Tri belum dapat memberikan informasi pasti karena kapasitas jarak tempuh dipengaruhi oleh berbagai faktor, seperti beban muatan dan kondisi medan. Namun, truk listrik ini diharapkan mampu mengatasi tantangan antrian pengisian bahan bakar yang sering terjadi di daerah.
Yang menarik, truk listrik yang dikembangkan oleh ITTS saat ini menggunakan truk bekas yang diproduksi pada tahun 1990. Hal ini menunjukkan bahwa teknologi terbaru dapat diintegrasikan ke dalam truk bekas yang tidak terpakai, mengoptimalkan sumber daya yang ada dan mengurangi limbah elektronik.
Josepan Alveius Bayuaji, seorang mahasiswa yang terlibat dalam pengembangan truk listrik ini, mengidentifikasi pemasangan baterai sebagai salah satu tantangan utama dalam proyek ini. Ia dan timnya berkomitmen untuk terus mengembangkan inovasi ini melalui penelitian yang lebih mendalam. Inovasi truk listrik ini juga diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan sulitnya akses bahan bakar di daerah pedesaan.
Ke depannya, riset yang lebih mendalam akan dilakukan untuk mengoptimalkan performa truk listrik, mempertimbangkan faktor-faktor seperti beban muatan dan jarak tempuh baterai. Inovasi ini memiliki potensi besar untuk membantu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil dan mendorong transportasi yang lebih berkelanjutan di daerah-daerah terpencil serta menghadirkan dampak positif terhadap lingkungan.

Komentar
Posting Komentar